Ponsel
memang sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari bagi sebagian orang,
dan mungkin juga Anda. Wajar saja, mengingat dengan alat komunikasi ini
Anda bisa menelepon siapa saja dan dari tempat Anda berada. Sebaliknya,
Anda juga bisa dihubungi di mana saja.
Anda yang baru mau membeli ponsel atau yang mau ganti. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
1. Tentukan kebutuhan ponsel Anda dan sesuaikan dengan keuangan Anda.
Sekarang hampir tiap bulan keluar seri ponsel baru
dari merek yang berbeda-beda. Masing-masing punya keistimewaan sendiri.
Makin lengkap fasilitas, makin mahal juga harganya. Kalau saya sendiri
Bapak-Ibu, terus terang hanya butuh HP buat menelepon dan kirim SMS.
Jadi, saya tidak merasa butuh HP yang mahal-mahal
dengan fasilitas yang aneh-aneh. Buat apa saya beli kalau nantinya
enggak ada yang saya pakai. Sebagai contoh, fasilitas game atau
permainan di HP biasanya jarang sekali digunakan, sebagus apa pun
game-nya. Atau fasilitas dering yang bisa lagu atau polytone, yang
kalau dipikir-pikir fungsinya sebetulnya sama saja, mau bunyi apa pun.
Lain kalau ada ponsel murah yang memori penyimpan
nomer teleponnya bisa muat lebih banyak, saya mau membelinya, karena
saya memang memerlukannya buat menyimpan nomor telepon rekan-rekan
saya. Jadi di sini, Andalah yang pegang kendali, tentukan kebutuhan
Anda, lalu putuskan ponsel yang sesuai kebutuhan tadi.
2. Cari referensi tentang ponsel yang sesuai
Sekarang Anda sudah tahu kebutuhan dan anggaran
dana yang Anda punya, sekarang kenapa kita tidak mencoba mencari seri
dan merek apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda tadi. Anda bisa mencari
tahu lewat iklan di koran, internet, atau sembari berjalan-jalan di
pertokoan. Anda juga bisa mencari referensi lewat teman Anda yang cukup
mengerti tentang HP.
Nah, sewaktu Anda mencari referensi, coba cari tahu
tentang fitur-fiturnya (manfaat yang diberikan), harga jual barunya dan
bagaimana prospek dari merek itu bila kita ingin menjual kembali,
apakah harga bekasnya nanti kira-kira akan turun jauh atau tidak. Kalau
Anda jenis orang yang suka gonta-ganti HP tiap 3 - 6 bulan sekali,
tentu saja Anda harus mencari HP yang harga jual bekasnya tidak terlalu
jauh dari harga baru.
3. Tentukan di mana Anda akan membelinya dan lakukan tes disana.
Di mana Anda akan beli handphone? Di agen resmi?
Toko biasa, atau di Pusat Perbelanjaan seperti ITC Roxy di Jakarta?
Tipsnya, kalau Anda mau membanding-bandingkan harga antar satu toko
dengan toko yang lainnya, datang saja ke pusat belanja HP. Di sana kita
bisa membandingkan harga dan pelayanan penjualnya. Biasanya disana juga
banyak referensi tentang ponsel bekas.
Tapi kalau Anda hanya mau perlu beli HP sederhana
atau “pasaran” (biasanya harganya tak jauh beda antara satu toko dan
yang lainnya) dan rumah Anda jauh dari pusat belanja, jangan lupa untuk
memperhitungkan juga biaya transpor Anda ke sana. Jangan-jangan
hitungan totalnya malah lebih mahal daripada kalau Anda membelinya di
toko dekat rumah Anda.
Begitu Anda sudah membeli HP yang Anda inginkan, jangan lupa untuk
mencobanya sekalian di sana. Biasanya saya selalu minta ponsel beserta
SIM cardnya diaktifkan langsung oleh si penjual. Sekalian juga minta
diajari cara pemakaian serta fungsi-fungsinya.
4. Selalu minta garansi untuk mengurangi masalah di kemudian hari.
Kenapa saya bilang begitu? Karena tidak ada di
antara kita yang mau pusing nantinya kalau HP kita rusak. Jadi, kalau
kelak ponsel kita bermasalah, bawa saja lagi ke si penjual itu lagi.
Harapannya, supaya mereka bisa mereparasi atau menggantinya. Itu
gunanya garansi. Nah, sekarang ada lagi kan kaitannya dengan beli HP di
tempat yang mudah dijangkau dari rumah? Sehingga kalau ada apa-apa kita
bisa cepat pergi ke tempat itu tanpa keluar ongkos berlebihan. Garansi
menjadi sangat penting apabila barang yang kita beli adalah model yang
canggih, di mana sangat susah mencari tempat reparasinya, atau kalau
pun ada, ongkosnya jadi sangat mahal.
5. Beli saja yang bekas kalau dana Anda terbatas
Tak ada salahnya kalau Anda beli yang bekas kalau
memang dana Anda tidak cukup untuk membeli yang baru. Cuma harus
diingat, beli ponsel bekas bisa seperti seperti beli kucing dalam
karung, karena kita sering tidak tahu riwayat dan kondisi kucingnya.
Memang terkadang ada HP bekas yang masih
bergaransi. Tapi kebanyakan tidak. Nah, kalaupun Anda harus membeli
yang bekas, belilah ke toko yang penjualnya sudah Anda kenal baik.
Jadi, faktor insting dan kepercayaan akan jadi semakin penting dalam
membeli HP bekas. Bila Anda baru kali ini beli ponsel, mungkin lebih
baik ajak teman yang bisa dipercaya yang mungkin punya kenalan atau
langganan toko HP.
Artikle.wordpress.com