Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا (صحيح البخاري
Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh yg paling kucintai diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah kita lanjutkan acara kita, nanti syarah haditsnya akan
dilanjutkan oleh beliau karena beliau ini hafal Shahih Bukhari dan
syarahnya dan lebih dari 30.000 hadits. Demikian hadirin,
Kita mintakan kepada guru kita fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah
Sayyidil Habib Musa Al Kadhim bin Ja’far Assegaf untuk menyampaikan
tausiyah beberapa menit lantas diterjemahkan oleh guru kita fadhilatul
ustadz ad da’i ilallah Syekh Ridwan Al Amri lantas dilanjutkan beberapa
menit. Demikian, tafadhol masykura..
Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengumpulkan kita di tempat
ini, shalawat dan salam kita haturkan kepada hadiratul Rasulullah Saw.
Al Habib Musa bin Ja’far Assegaf, tamu kita dari kota Tarim, Hadramaut.
Beliau membuka pembicaraannya dengan mengucapkan hamdalah dan
bershalawat kepada Rasulullah Saw. Kemudian beliau mengatakn baru saja
kita sama – sama mendengarkan sabda daripada Rasulullah Saw yang mana
hadits itu keluar dari lisannya Nabi Muhammad Saw yang sudah pasti akan
membawa keberkahan bagi kita yang mendengarkan hadits daripada
Rasulullah Saw.
Kita tadi sama – sama mendengarkan sabda Rasulullah Saw bahwasanya “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sesungguhnya orang yang paling aku
cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya,
yang paling aku cintai, kata Rasulullah Saw. Walaupun banyak, seperti
membaca Alqur’an itu orang – orang yang dicintai Allah Swt. Orang yang
banyak berdzikir orang yang dicintai oleh Allah Swt. Akan tetapi hadits
ini memperkuat bahwasanya orang
yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw dari kalian semua adalah yang akhlaknya paling bagus.
Alhamdulillah, berkat taufiq dari Allah Swt, Allah memberikan kita
kemudahan untuk bisa kita berbuat amal – amal yang taat sehingga kita
menjadi orang – orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw maka ketahuilah
apabila kita ingin dijadikan orang – orang yang paling dicintai oleh
Allah Swt, ini ada jalur yang paling cepat yaitu bagaimana memperbagus
akhlak budi pekerti kita sebagaimana Rasulllah Saw.
Kita semua mampu untuk mengajak orang, bagaimana mereka bisa
mencontoh akhlak Rasulullah Saw yang baik. Sebagaimana Allah Swt
menciptakan yaitu manusia dengan bentuk dan rupa yang paling baik. “Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya. QS. At-Tiin : 4.,,
Maka manusia diciptakan oleh Allah Swt melebihi daripada makhluk Allah
yang lainnya.maka dari itu kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw,
apabila seorang mukmin ia berkaca di depan kaca, ia melihat bentuk dan
rupa yang diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya, akan tetapi bentuk
rupa yang dhahir terlihat maka jangan lupa juga kata Rasulullah Saw
yaitu akhlak atau budi pekerti yang baik. Sehingga Nabi Muhammad Saw
mengajarkan kepada kita satu dia apabila kita berkaca ,“Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” (doa
ketika bercermin) Ya Allah sebagaimana Engkau sempurnakan bentuk dan
rupaku, Engkau perindah bentuk dan rupaku, Engkau perbaiki juga
bagaimana bathinku yaitu dengan akhlak yang mulia.
Ketahuilah! Bentuk dan rupa yang dhahir yang apabila rupa kita kurang
baik, niscaya akhirnya kita meninggal dunia, apabila dikubur selesai
itu bentuk dan rupa yang tidak baik. Akan tetapi bentuk rupa yang
bathin, yang tidak terlihat terkecuali dilihat oleh orang – orang
tertentu yang diijinkan oleh Allah Swt yaitu akhlak yang mulia dan
itulah akan terus terbawa kepada orang ini sampai nanti hari kiamat
berjumpa dengan Allah Swt. Sebagaimana kita merawat diri kita, merawat
bentuk rupa kita pun, kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw untuk
memperbaiki akhlak kita, budi pekerti kita sehingga Allah Swt melihat
bukan hanya dhahir kita akan tetapi bathin kita juga.
Jadi tadi, Alhabib Musa mengatakan seseorang apabila ingin berakhlak
mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, disamping ia
berusaha jangan pula lupa ia memohon dan berdoa kepada Allah Swt.
Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pun berdoa di dalam doa – doanya. Beliau
saw berdoa kepada Allah Swt agar Allah memberikan petunjuk kepada
beliau saw, agar beliau saw diberikan kesabaran oleh Allah Swt. Telah
berapa banyak cobaan dan penderitaan yang dialami oleh Rasulullah Saw.
Nabi Saw mendapatkan cobaan, yaitu mendapatkan gangguan maka Nabi saw
sabar untuk menghadapi gangguan daripada orang – orang kafir quraisy.
Akan tetapi segala gangguan yang dialami oleh Rasulullah Saw dan
penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad Saw, itu semua dihadapi
oleh Nabi Muhammad Saw yaitu orang – orang kuffar bermuamalah dihadapan
Rasul saw dengan muamalah yang tidak baik. Tingkah laku mereka yang
buruk kepada Nabi saw, akan tetapi dengan akhlaknya Rasulullah Saw,
beliau tidak membalas dengan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi
Rasulullah Saw membalas segala perbuatan mereka yang jelek dengan
perbuatan yang baik. Itulah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Sehingga Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw di dalam
Alqur’anulkarim. Yang dipuji bukan dari kesabarannya, yang dipuji bukan
dari ibadahnya, padahal Nabi Muhammad Saw banyak beribadah kepada Allah
Swt. Sehingga diriwayatkan dari banyaknya ibadah Nabi Muhammad Saw,
dari qiyamullailnya Nabi saw sampai bengkak kedua telapak kaki beliau.
Akan tetapi semua perbuatan Nabi Muhammad Saw, ibadah – ibadah, amal –
amal Nabi Muhammad Saw yang dipuji oleh Allah Swt didalam Alqur’an “wa innaka la a’la khuluqin adzim” sesungguhnya engkau Ya Rasulullah didalam budi pekerti yang sangat agung. QS. Al Qalam :
4.
Sesungguhnya Rasul saw sungguh benar – benar berada didalam budi
pekerti yang sangat tinggi dan agung disisi Allah Swt. Kalau kita
manusia yang biasa, mungkin kita bisa berakhlak tapi akhlaknya al
hasanah. Perbuatan akhlak yang bagus, tidak dikatakan akhlak kita
agung. Tidak ada yang berbuat akhlak yang bagus dikatakan akhlaknya
agung. Akan tetapi akhlak yang agung ini hanyalah diberikan oleh Allah
Swt kepada Baginda Rasulullah Saw. Sehingga akhlaknya Nabi saw yang
begitu agung menutupi segala hal yang lainnya.
Tidak dipuji, “wa innaka la a’la ilm adzim” sesungguhnya engkau didalam ilmu yang begitu agung. Sesungguhnya engkau dalam sabar yang agung. Akan
tetapi Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw “wa innaka la a’la khuluqin adzim”.
Maka keluarlah pujian yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi
Muhammad Saw bagaimana akhlaknya Nabi Muhammad Saw sehingga mereka yang
tadinya musuh – musuh Nabi saw. Orang – orang kafir masuk ke dalam
agama Islam, mereka taat kepada Nabi Muhammad Saw, karena apa? Bukan
hanya dari kesabaran Nabi saw tapi melihat bagaimana akhlaknya
Rasulullah Saw.
Dikatakan bahwa (saya belum bawa ucapan beliau tadi) ,Rasul saw mengatakan “wakhaaliqunnaasi bikhuluqin hasan” pergauli manusia, engkau bergaul
(bermuamalah) sesama manusia (dengan baik) bukan dengan perbuatan yang lain. Akan tetapi dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, diajarkan oleh Baginda
Rasulullah Saw maka diperintahkan bergaulah kepada orang lain dengan akhlak yang baik.
Maka disini akhlak yang mulia bisa melebihi daripada amalan – amalan
yang lain bahkan melebihi derajat orang – orang yang shalih, orang –
orang yang banyak shalatnya dengan akhlak yang mulia. Maka banyak
hadits, kalau seseorang mungkin banyak puasanya, shalat sunnahnya
banyak, akan tetapi dia tidak mempunyai akhlak yang baik maka ini
derajatnya rendah di mata Allah Swt dibanding orang yang tidak banyak
berpuasa, tidak banyak shalat sunnah, akan tetapi akhlaknya mulia, budi
pekertinya agung maka orang ini derajatnya lebih tinggi disisi Allah
Swt. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah Saw “ada
sebagian manusia, yaitu seseorang laki – laki maupun perempuan ia
dengan akhlaknya yang baik bisa melebihi derajatnya orang – orang yang
berpuasa dan derajatnya orang – orang yang bangun di malam hari”.
Diperhatikan ikhwani bahwasanya Rasulullah Saw yang mulia itu, yang
sangat agung bukan hanya diketahui oleh para sahabat Nabi Muhammad Saw.
Bukan hanya orang – orang mukminin yang mengetahui akhlak dan budi
pekerti beliau saw yang sangat agung itu, akan tetapi mereka para orang
– orang kafir, mereka orang – orang munafik, musuh Rasulullah Saw,
mereka mengetahui budi pekerti dan akhlak daripada Rasulullah Saw yang
mulia dan sangat agung. Bahkan diriwayatkan daripada akhlak beliau yang
sangat agung, sampai anak – anak kecil mengetahui bagaimana akhlaknya
Rasulullah Saw yang sangat mulia.
Sehingga Rasul Saw mempunyai kebiasaan, kalau beliau pulang dari
peperangan, beliau kumpul bersama semuanya, anak – anak kecil yang
masih berumur kecil, mereka berbaris dihadapan Nabi Muhammad Saw.
Terkadang di barisan depan itu adalah Sayyidina Ja’far bin Abu Tholib,
Sayyidina Hasan wa Husein dan beberapa sahabat sampai shaf yang kedua
dan ketiga dan Rasul saw duduk di hadapan mereka sambil melihat mereka
semua, Rasulullah Saw mengatakan sayembara kepada mereka “hai anak – anak sesungguhnya aku menyembunyikan sesuatu di
ketiakku ini atau di pakaianku. Barangsiapa yang cepat mengambil apa
yang aku sembunyikan maka dia akan mendapatkan hadiah dariku, silahkan
mengambil sesuatu yang aku sembunyikan di pakaianku”.
Maka semua anak – anak yang berbaris di depan Rasulullah Saw, satu –
persatu dari mereka berlomba – lomba mendatangi menghampiri Rasulullah
Saw, ada yang datang dari belakang, ada yang datang dari dadanya
Rasulullah saw, ada yang datang dari kepalanya Rasul saw, mereka
berebutan mengambil sesustu yang disembunyikan oleh Rasulullah Saw dan
beliau diserbu oleh anak – anak kecil, beliau saw tertawa dengan
gembira melihat tingkah laku anak – anak yang memperlakukan Rasulullah
Saw. Inilah akhlak, inilah budi pekerti yang dicontohkan oleh
Rasulullah Saw sehingga beliau saw dicintai oleh ummatnya.
Beliau (Alhabib Musa) menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah Saw
yang perlu kita contoh. Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang duduk
dengan para istri – istrinya, Sayyidah Hafsah, Sayyidah Zainab,
Sayyidatuna Aisyah dan yang lainnya duduk bersama Rasulullah Saw. Dan
mereka para istri Nabi saw kumpul bersama Rasul saw mereka tertawa dan
dari mereka ada yang mengangkat suaranya di hadapan Sang Nabi saw. Satu
sama lainnya saling bercanda di hadapan Nabi Muhammad Saw dan beliau
saw meladeni dan melayani bagaimana istri – istrinya. Tidak lama
kemudian, sedang asyik – asyiknya mereka para istri – istri Nabi
Muhammad Saw bersama Sang Nabi sedang bercanda, tiba – tiba terdengar
suara ketukan pintu. Tatkala didengar suara ketukan pintu, “Assalamu’alaikum”
dilihat Sayyidina Umar bin Khattab maka semua para istri Nabi saw yang
tadi sedang asyik duduk bersama Nabi Muhammad Saw, sedang bersenda
gurau bersama Sang Nabi saw, mereka semua mengenakan hijab (cadar) nya.
Yang tadinya membuka kerudungnya, mereka semua kembali memakainya dan
menutup cadarnya sampai mereka semua masuk ke dalam kamar, bersembunyi
tidak mau lagi duduk dengan Rasulullah Saw karena datang Sayyidina Umar
bin Khattab. Maka Sayyidina Umar bin Khattab setelah masuk, Rasulullah
Saw tertawa melihat Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar
melihat Rasulullah Saw yang tertawa gembira sampai geli hatinya
Rasulullah Saw, semoga Allah mendengarkan engkau ya Rasulullah.
Demi Allah Swt membuat engkau gembira ya Rasulullah saw, sebagaimana
engkau dibuat gembira oleh Allah Swt. “apa yang membuat engkau tertawa
ya Rasulullah?” maka Rasulullah Saw mengatakan “tadi
sebelum engkau datang, semua istri – istriku sedang berkumpul, sedang
bercanda gurau denganku, kemudian tatkala engkau datang, mereka masuk
ke dalam menutup cadarnya dan bersembunyi”. Maka Sayyidina
Umar bin Khattab berteriak dari depan “hai para istri – istri Nabi saw, kalian lebih takut kepadaku daripada Rasulullah Saw? Rasulullah lebih berhak,
lebih pantas untuk ditakuti daripada aku?” Maka menyahut salah satu istri daripada Nabi Muhammad Saw “ya
Umar benar, kami lebih takut padamu, kami tidak takut daripada
Rasulullah Saw karena kami mengenal engkau adalah orang yang keras maka
kami takut. Nanti kalau kami tertawa, engkau akan memarahi kami. Akan
tetapi kalau kami tertawa, kami bercanda dihadapan suami kami yaitu
Rasulullah Saw, beliau saw tidak pernah memarahi kami”. Maka Sayyidina Umar
bin Khattab melihat keadaan ini, beliau terdiam. Dan Rasul saw tertawa (Shahih Bukhari).
Diriwayatkan bahwasanya daripada akhlaknya Rasulullah Saw pernah
satu kali Rasulullah Saw didatangi daripada anak dari seorang munafikin
yaitu Abdullah bin Ubay. Ia terkenal di Madinah, ia meninggal dunia.
Tatkala ia mati, anak – anaknya daaing mendatangi Rasulullah saw “ya Rasulullah aku minta kain kafan
untuk mengkafani ayahku yang sudahmeninggal dunia” maka Rasulullah Saw mengatakan “baik” padahal Rasul saw tahu ini orang munafik, maka diberikan
kain oleh Rasul saw untuk mengkafani ayahnya yang meninggal itu. Maka Rasul saw daripada akhlaknya Rasulullah saw “coba engkau memberitahu sebelumnya maka
aku akan datang dan menyolati ayahmu itu” maka anak itu berkata “ya Rasulullah boleh disholati”
maka Rasulullah datang dalam pekuburannya. Sudah seelsai dikafankan dan
dikuburkan, Rasulullah saw menyolatkannya. Tatkala Rasul saw
menyolatkan diatas kuburnya itu, Sayyidina Umar bin Khattab sedih
mengetahui hal ini, Sayyidina Umar mengingatkan kepada Rasulullah saw “ya Rasulullah engkau tahu ia ini munafik, tidak akan diridhoi seorang munafikin,
kenapa engkau sholatkan?” berkata Rasulullah Saw “ya Umar belum ada larangan dari Allah Swt untuk aku menyolatkan kepadanya walaupun ia orang
munafik”. Maka disholatkan oleh Rasul saw seblum turun ayat “wala tusholli a’la…wala ” jangan sekali – kali kalian menyolatkan salah satu dari
orang munafik.
Rasulullah saw melarang menyolatkan jenazah daripada orang munafik dan
tidak boleh berdiri di kuburannya atau pekuburan mereka. Maka dikatakan
oleh ahli tafsir setelah turunnya ayat ini “beruntung kepada munafikin Abdullah bin Ubay bahwasanya ia mendapatkan ampunan dari Allah Swt
berkat shalatnya Rasulullah Saw untuknya”. Lihat akhlaknya Rasulullah Saw, beliau saw tahu ini orang munafik tapi beliau saw mendatanginya bukan
hanya memberikan kain kafan tapi menyolatkannya.
Maka kita berusaha agar bagaimana akhlak kita menjadi akhlak yang
baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Kita
selalu memohon dan meminta kepada Allah Swt disamping kita berusaha,
kita juga berdoa sebagaimana Baginda Rasulullah Saw mengajarkan kepada
kita bagaimana beliau saw berdoa dan meminta kepada Allah Swt untuk
diberikan petunjuk dan menjadi amalan – amalan yang paling baik.
Diantaranya yaitu akhlak yang mulia. Maka Rasulullah saw mengajarkan
kita, apabila seseorang ingin bercermin ucapkanlah “Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” maka sebagaimana Engkau memperbaiki
bentuk dan rupaku Ya Allah, maka perbaikilah juga akhlakku.
Yang dhahir minta diperbaiki oleh Allah dan yang bathin juga minta
diperbaiki oleh Allah. Kita adalah manusia tidak sama dengan hewan,
kita tidak sama dengan tumbuh – tumbuhan. Tumbuh – tumbuhan kalau mati
kembalinya kepada tanah, kalau binatang mati kembalinya menjadi tanah,
itu pepohonan kalau mati akan kembali menjadi tanah. Akan tetapi engkau
wahai manusia apabila engkau meninggal dunia engkau bukan kembali
kepada tanah, walaupun jasadmu dilianglahatkan ke dalam tanah akan
tetapi ruhmu akan kembali kepada Allah Swt. Ruhmu naik keatas menghadap
Allah Swt, akan menghadap Allah Swt apabila sebagaimana kita yaitu ruh
kita, santapan rohani kita. Akhlak mulia yang telah diajarkan oleh Nabi
Muhammad Saw itu akan mengangkat derajat kita.
Dikatakan bahwasanya dengan akhlak yang mulia, seseorang bisa
mengalahkan daripada amalan – amalan orang yang berpuasa, amalan –
amalan orang yang shalat qiyamullail. Mungkin engkau bisa shalat,
membutuhkan waktu 4 jam. Mungkin hal seperti ini membutuhkan waktu 4
jam atau berpuasa sekian bulan engkau berpuasa sunnah. Akan tetapi
dengan perbuatan akhlak yang mulia, budi pekerti yang dicontohkan oleh
Rasulullah Saw bisa mempercepat naiknya derajatmu disisi Allah Swt.
Maka dari itu marilah kita berusaha sebagaimana dhahiran kita
diperbaiki oleh Allah Swt dalam bentuk rupa yang baik danjangan lupa
juga kita memperbaiki yaitu bentuk bathin kita, akhlak kita yang telah
dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw, bagaimana kita bisa berakhlak
yang mulia sebagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.
Dikatakan mudah – mudahan Majelis Rasulullah Saw ini dilimpahi
keberkahan. Majelis seperti ini dicintai Nabi saw, majelis seperti ini
menggembirakan hati Nabi saw yang banyak hadir di majelis ini kaum
pemuda – pemudi, anak – anak, anak – anak muda ini yang paling dicintai
oleh Nabi Muhammad Saw. Karena di dalam setiap peperangan banyak
didapati daripada kaum pemuda. Pernah satu kali Sayyidina Abdurrahman
bin Auf, sahabat Rasulullah Saw tatkala beliau sedang didalam barisan
beliau menengok ke sevelah kanan didapati semua banyak anak – anak
muda, beliau menengok ke sebelah kiri rata – rata yang ada anak – anak
muda. Maka tiba – tiba sedang asyiknya sudah siap menghadapi musuh,
tiba – tiba ada dikutan dari samping kanannya Sayyidina Abdurrahman bin
Auf, ada yang nyolek Sayyidina Abdurrahman bin Auf maka Sayyidina
Abdurrahman bin Auf menoleh ke sebelah kanannya. Ini ada anak kecil
belum begitu besar, umurnya belasan tahun, “apa yang kau mau, apa yang kau inginkan wahai anak muda?” anak itu berkata “wahai Abdurrahman tunjukkan padaku mana yang namanya Abu
Jahal?” ini anak muda ikut perang mau mencari mana yang namanya Abu Jahal. “untuk apa kau mencari Abu Jahal”, kata Sayyidina Abdurrahman bin Auf.
Anak itu menjawab “telah
sampai kepadaku kabar bahwasanya Abu Jahal itu yang selalu menyakiti
Rasulullah Saw. Waktu di kota Makkah, belum hijrah ke Madinah sampai
kabar kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini orang yang selalu menyakiti
Rasulullah saw, orang yang selalu mengganggu Rasulullah saw, maka
tolong kau beritahu padaku ya Abdurrahman mana itu Abu Jahal, aku ingin
membunuhnya?”.
Belum selesai anak ini berbicara ada colekan lagi dari sebelah kiri “ada apa ini?” Sayyidina Abdurrahman menoleh anak muda juga, pertanyaannya sama
dengan yang sebelah kanan. Sayyidina Abdurrahman bin Auf berkata “untuk apa kau mencari – cari Abu Jahal”, berkata sang anak “telah sampai kepadaku
bahwasanya Abu Jahal ini adalah musuh Allah yang banyak menggoda dan mengganggu Rasulullah Saw di Makkah”.
Maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat semangat dari si anak muda
ini, tidak lama kemudian Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat itu yang
namanya Abu Jahal dikelilingi oleh para musuh – musuh yang lain. Panah
disebelah kirinya dan disebelah kanannya Abu Jahal, maka tatkala
Sayyidina Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada yang di sebelah
kanannya “hai
anak muda itulah yang namanya Abu Jahal”. Belum sempat memberi saran, memberi petunjuk “hai hati – hati Abu Jahal orang jahat”,
belum sempat mengatakan itu langsung anak muda itu tanpa tawar –
menawar langsung terjun dihadapinya itu Abu Jahal, ia lemparkan
tombaknya ke dada Abu Jahal. Si anak sebelah kiri bertanya “mana itu Abu Jahal?” Sayyidina Abdurrahman berkata “itu”.
Langsung si anak terjun menghadapi Abu Jahal, ia senang ingin membunuh
Abu Jahal karena kebenciannya kepada Abu Jahal karena Abu Jahal sering
menyakiti Rasulullah Saw. Lihat kaum pemuda dimasa Nabi Muhammad Saw,
mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi Nabi Muhammad Saw. Mereka
para pemuda – pemuda yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw.
Jazakallahu khair jaza Guru kita yang kita muliakan fadhilatul
ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa bin Ja’far Assegaf
mataanAllahu bihi, semoga Allah memanjangkan usia beliau, semoga Allah
melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan kepada beliau di dunia dan
akhirat, dan memberikan usrah di dalam dakwah beliau di seluruh
permukaan bumi. Karena beliau ini baru kembali dari Inggris beberapa
waktu yang lalu dan mendatangi negeri – negeri Eropa. Sudah semakin
luas dakwah Nabi kita Muhammad Saw yang hampir saja mulai padam dan
kini mulai saatnya bangkit. Dan malam ini kita berjumpa dengan beliau,
semoga Allah memberi keluasan di dalam bimbingan dan dakwah beliau.
Amin Allahumma Amin.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan puji kehadirat Allah Jalla Wa Alla, yang telah mengumpulkan
kita dalam kehadirat agung ini, didalam rahasia pengampunan Illahi.
Telah kita dengar sabda Nabi kita Muhammad Saw “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik
akhlaknya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Jawablah lamaran Sang Nabi saw untuk dicintai oelh beliau saw.
Kecintaan beliau dunia dan akhirat. Keberuntungan dunia dan akhirat,
kebahagiaan dunia dan akhirat, kemewahan yang abadi mendekat dengan
beliau saw di yaumal qiyamah. Hadirin ketika nafas telah mencapai
tenggorokkan kita dan saat nafas itu berakhir, semoga nafas itu
berakhir dalam cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw. Bagaimana riwayat
Shahih Bukhari Rasul saw memuji kaum anshar “man
ahabbahum ahabbullah waman abghadhahum abghadhahullah.” barangsiapa yang mencintai kaum anshar maka mereka dicintai Allah, barangsiapa yang membenci kaum
anshar maka mereka dibenci Allah.
Ini kaum anshar, lebih – lebih lagi Sayyidina Muhammad Saw. Barangsiapa
yang mencintai beliau akan dicintai Allah. Rabbiy halalkan sanubari
kami untuk selalu mencintai Nabi kami Muhammad Saw dan bukakan bagi
kami gerbang keluasan cinta-Mu kepada kami karena kami mencintai Nabi
Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram
Kita bermunajat kepada Allah memohon pengampunan atas dosa – dosa
kita dan dosa saudari – saudari kita muslimin – muslimat yang terjebak
dalam dosa dan kesalahan sebab perbuatan mereka mulai dari muncul lagi
musibah di permukaan bumi Indonesia ini maka Rabbiy kami meminta
pengampunan untuk kami dan muslimin – muslimat yang penuh dosa, mereka
yang terjebak dalam kemaksiatan hujani dengan hidayah. Mereka yang
terjebak dalam perzinahan hujani mereka dengan taubat, mereka yang
terjebak didalam perjudian dan segala kemunkaran dan segala kerusakan
akidah hujani mereka dengan hidayah dan rahmat. Kami bermunajat untuk
kami dan ayahbunda kami dan negeri kami dan seluruh wilayah muslimin
khususnya negeri muslimin terbesar di muka bumi ini. Rabbiy Rabbiy
jangan Kau jadikan pemimpin yang muncul diantara kami pemimpin yang
biadab, pemimpin yang tidak membela akidah Islam, pemimpin yang tidak
membela kedamaian, kami minta pemimpin yang baik, yang membawa
kedamaian, kemakmuran, menegakkan keadilan, menindas kedhaliman,
mengamankan mereka – mereka yang lemah. Ya Rahman Ya Rahim mereka yang
terjebak didalam kesalahan dari pemimpin – pemimpin kami, beri mereka
hidayah, kenalkan mereka kepada sujud.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Kami berdoa cukupkan musibah Ya Rabb, kami mengakui dosa kami dan
dosa muslimin – muslimat, kami risau melihat hujan yang semakin hari
semakin deras, dan ingin terus membenahi dosa – dosa kami yang makin
deras. Rabbiy maka cukupkanlah hujan – hujan yang membawa musibah,
turunkanlah hujan hidayah, turunkanlah hujan taubat, Ya Rahman Ya Rahim
wahai Allah tahanlah musibah sebelum turun dari langit, Ya Rahman Ya
Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzathtahuli wal in’am
Hadirin – hadirat dan kita lanjutkan dengan doa bersama meminta
keselamatanbagi muslimin – muslimat. Dan juga ingin saya sampaikan
kepada hadirin bahwa saya banyak diminta untuk menyampaikan tausiyah di
acara – acara partai politik dan saya akan datangi undangan mereka
karena saya tidak berani menolak ketika orang banyak mengadakan banyak
hal yang padanya dosa lalu saya diminta memberi peringatan dan saya
tidak mampu menolaknya, saya harus datang dan menyampaikan tausiyah.
Maka jangan kaget jika saya muncul di banyak acara partai – partai
politik. Sungguh ini untuk dakwah Sayyidina Muhammad Saw. Kita harus
mendakwahi semua kelompok masyarakat dari yang terbawah sampai yang
teratas harus disampaikan kemuliaan Allah dan Rasul saw. Biarkan semua
bendera – bendera naik di dunia ini dan tidak ada bendera yang abadi
kecuali bendera Sayyidina Muhammad Saw. Kita berdoa bersama dengan
keberkahan Habib Musa bin Ja’far dan juga para tamu dan para habaib
kita dari Malang dan Surabaya dan para da’i besar kita, semoga malam
ini menjadi malam yang banyak turunnya rahmatnya Allah kepada kita.
Amin Allahumma Amin..
Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber :
Majelis Rasulullah