10 Tips Mencegah dan Menyembuhkan Virus
Jumat, 02.27.2009, 04:26am (GMT)
1. Update Sistem Operasi
Bukan rahasia, Microsoft Windows merupakan system operasi yang paling
banyak dijangkiti virus. Ini bukan berarti Windows lebih jelek dari
pada sistem operasi yang lain, tapi semata-mata karena Windows
merupakan sistem operasi yang paling banyak dipergunakan orang. Bagi
pembuat virus, ini sasaran empuk, karena tidak susah mencari target.
Microsoft belakangan semakin memperhatikan masalah ini. Terbukti dengan
komitmen Microsoft untuk terus menambahkan fitur-fitur security sebagai
patch atau upgrade versi. Tapi otomatis ini tidak akan menyelesaikan
masalah bila anda tidak menginstall patch tersebut. Kalau anda
terhubung ke Internet, anda bisa mengaktifkan fitur Live Update yang
otomatis akan mengupdate sistem operasi anda secara berkala.
Bila anda tidak punya koneksi Internet, anda bisa mendapatkan kumpulan
update/patch dari Microsoft yang biasanya disebut sebagai Service Pack.
Kalau anda menggunakan Windows XP, sangat disarankan anda menginstall
Service Pack yang kedua (Windows XP SP-2). Di dalamnya banyak sekali
fitur security yang ditambahkan. Di antaranya firewall dan popup
blocker untuk Internet Explorer.
2. Disiplin Saat Browsing Internet
Kalau anda sering connect ke Internet, sebaiknya jangan gunakan IE
(Internet Explorer) versi 6 dan sebelumnya. Gunakan Mozilla Firefox
atau Opera. Kalau terpaksa pakai IE, pakai versi 7. IE 6 dan sebelumnya
dikenal memiliki banyak lobang dan celah keamanan. Microsoft termasuk
cukup lambat dalam mengupdate browsernya, karena itu celah keamanan
sering dibiarkan terbuka terlalu lama tanpa ditambal. Selain itu
seperti alasan yang dikemukakan sebelumnya, karena IE merupakan browser
yang paling banyak dipergunakan, para hacker juga suka bereksperimen
dengan IE.
Hindari pula berkunjung ke situs-situs underground yang menawarkan
barang bajakan atau pornografi. Situs-situs semacam itu banyak
menyertakan virus dan spyware secara terselubung bersama
program-program yang mereka berikan.
Jangan sembarangan download apalagi install program dari sumber yang
tidak jelas. Bila anda butuh suatu program dan anda menemukannya di
Internet, namun pembuatnya tidak cukup terkenal atau bonafide,
konsultasikan dulu dengan teman anda yang lebih mengerti apakah program
tersebut cukup aman untuk dipergunakan. Termasuk jangan suka install
toolbar untuk IE, screen saver, dan program-program tidak jelas lainnya
kalau anda tidak paham konsekuensinya.
3. Aktifkan Firewall di Jaringan
Kalau komputer anda terkoneksi di jaringan (LAN di kantor atau
Internet), selalu hidupkan firewall. Windows XP SP-2 sudah menyertakan
firewall yang biarpun fungsinya minimal tapi lebih baik daripada tidak
sama sekali. Firewall akan menghalangi akses-akses yang tidak
terotorasi oleh pihak lain. Firewall biasanya cukup ampuh untuk
menangkal worm dan trojan.
4. Hati-Hati Membuka Email
Email yang kita terima bukan hanya email yang kita harapkan, tapi bisa
juga berupa spam atau junk mail. Biasanya email tersebut berisi iklan
penawaran produk tertentu atau link ke situs-situs tertentu. Tapi tidak
jarang pula email tersebut disertai satu attachment yang berisi satu
aplikasi yang bila anda jalankan akan menjangkiti komputer anda dengan
virus.
Pastikan attachment yang anda buka memang anda harapkan. Artinya anda
memang menunggu kiriman sesuatu dari orang yang sudah anda kenal.
Sekalipun pengirimnya sudah anda kenal, kalau ada attachment yang tidak
anda minta, pastikan dulu ke pengirimnya apa isi attachment tersebut.
Karena tidak jarang orang melakukan spoofing, menggunakan nama teman
anda untuk mengirimkan virus.
5. Hati-Hati Saat Membuka Storage Orang Lain
Saat anda membuka storage orang lain, entah yang removable (CD, DVD,
Flashdisk, Disket, dan lain sebagainya) atau yang fixed (network share
atau website), berhati-hatilah. Bukan tidak mungkin anda menemukan
harta karun berupa file yang sudah terjangkiti virus. Sebisa mungkin
jangan berbagi storage. Berbagi storage = joinan kuman.
6. Pasang AntiVirus dan Anti Spyware Bila Perlu
Sebenarnya jika anda sudah mengikuti lima tip di atas, anda tidak
memerlukan lagi software antivirus atau anti spyware. Tapi bila anda
terpaksa (karena pekerjaan atau hobi) harus membuka situs-situs
underground, terima email-email gak jelas, atau sharing storage dengan
orang lain, sebaiknya anda beri proteksi tambahan pada komputer anda
berupa program antivirus atau anti spyware.
Program-program ini biasanya memang bikin komputer jalan lebih lambat
karena sifatnya yang TSR (Terminate & Stay Resident). Artinya
begitu program ini dijalankan, dia akan tinggal terus di komputer anda
untuk memonitor aktivitas anda. Setiap anda membuka, mengubah, atau
meng-copy file, antivirus akan melakukan checking apakah aktivitas itu
legal (memang anda yang melakukan atau virus yang melakukan). Program
juga biasanya akan mengecek database internal nya untuk melihat adakah
gejala-gejala komputer terinfeksi virus.
Kalau tidak mau komputer jadi lambat karena antivirus, coba gunakan
antivirus AVG. Antivirus ini lebih enteng (tidak memakan terlalu banyak
sumber daya komputer) dibanding anti virus lain yang lebih populer
macam Norton Anti Virus, McAfee, Kaspersky, dan Bit Defender. Dan ada
versi gratisnya loh. Jangan lupa, gunakan satu saja program antivirus
di komputer anda. Lebih dari satu biasanya lebih merepotkan dan banyak
konflik.
Untuk anti spyware anda bisa gunakan LavaSoft Ad-Aware dan Spybot
Search & Destroy. Gunakan keduanya kalau perlu. Aplikasi anti
spyware biasanya hanya dijalankan on-demand (saat diperlukan), bukan
model TSR seperti antivirus. Jalankan anti spyware anda secara berkala
untuk menghilangkan "mata-mata" dari komputer anda.
Bagaimana Kalau Sudah Terinfeksi
Keenam tips di atas adalah pencegahan. Bila diikuti, mestinya anda
sudah bisa menggunakan komputer anda dengan aman dan nyaman tanpa takut
dihinggapi virus-virus pengganggu. Tapi kalau anda belum melakukan
pencegahan tapi komputer anda sudah kebobolan bagaimana penyembuhannya?
Kalau sudah kebobolan, biasanya anda sudah tidak bisa menginstall
antivirus untuk menyembuhkannya karena virus sudah cukup cerdik untuk
menghalangi anda menginstall software antivirus.
7. Minta Tolong Orang Lain
Langkah ini paling gampang, namun butuh biaya tambahan-bila anda minta
bantuan profesional seperti teknisi komputer. Tapi juga agak beresiko.
Bukan tidak mungkin foto-foto atau dokumen pribadi anda disebarkan di
Internet oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Jadi kalau anda tidak
punya teman yang bisa dipercaya, lebih baik anda belajar sendiri
"menyembuhkan" komputer anda. Simak langkah-langkah berikut untuk
melakukannya.
8. Pembersihan Manual
Kalau anda tahu jenis virus yang menjangkiti komputer anda, anda bisa
mencari informasi lebih lanjut tentang virus itu dengan bantuan Google.
Situs-situs penyedia software anti virus biasanya juga menyediakan
program-program kecil untuk membersihkan virus tertentu yang populer.
Anda bisa mendownload program tersebut (biasanya gratis) dan
membersihkan virus di komputer anda.
Sayangnya, biasanya virus tidak bekerja sendiri, begitu menginfeksi,
dia juga membuka pintu (Trojan) untuk virus-virus yang lain agar masuk.
Jadi anda bisa repot atau menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan
semua virus. Supaya praktis, anda bisa baca tips ke-sembilan.
9. Format dan Install Ulang Windows
Cara ini cukup efektif. Dengan format, anda menghapus semua isi
harddisk anda, termasuk virus. Setelah format, anda harus
menginstalasikan kembali semua program yang akan anda pergunakan,
termasuk sistem operasi satu per satu.
Tapi hati-hatilah kalau harddisk anda dipartisi. Kalau yang anda format
adalah drive C, sedangkan virus juga berdiam di drive D, setelah anda
install Windows, saat anda akses drive D, Windows anda akan terjangkiti
lagi. Formatlah semua drive yang ada untuk memastikan komputer anda
bersih dari virus. Tentunya selamatkan dulu data anda sebelum
melakukannya. Copykan ke flashdisk atau media lain.
Setelah anda install ulang komputer anda, segera pasang anti virus,
lalu lakukan scanning ke flashdisk tempat anda menyimpan data tadi.
Setelah bersih dari virus, baru copykan lagi data tadi ke komputer anda.
Sebagai tambahan catatan, melakukan. Beberapa orang mengatakan bahwa
format bisa mengurangi umur harddisk atau komputer anda. Itu hanya
mitos. Anda bisa memformat harddisk anda ribuan kali, harddisk anda
tidak akan lebih cepat rusak dibandingkan menulis file ribuan kali juga.
10. Gunakan Sistem Operasi Alternatif
Bila anda tidak terikat dengan Windows-entah karena pekerjaan atau
memang tidak bisa lepas dari Windows-anda bisa mencoba menggunakan
sistem operasi lain. Kalau kegiatan anda dengan komputer hanya sebatas
browsing Internet, email, membuat dokumen-dokumen Office dan
presentasi, bekerja dengan spreadsheet, dan pekerjaan-pekerjaan umum
lainnya, sebenarnya anda tidak perlu terikat dengan Microsoft Windows.
Ada sangat banyak pilihan sistem operasi yang bisa anda gunakan.
Umumnya sistem operasi lain sangat jarang dijangkiti virus.
Untuk para pekerja Office, anda bisa gunakan Ubuntu Linux. Sistem
operasi tersebut gratis dan sangat mudah dipergunakan. Sudah
menyertakan paket-paket standar untuk keperluan browsing Internet,
email, dan membuat berbagai macam dokumen. Ada pula program-program
hiburan semacam game, media player, dan music player.
Untuk para designer, anda mungkin akan tergantung pada
aplikasi-aplikasi grafis yang masih cukup sulit ditemukan di sistem
operasi varian Linux. Anda bisa menggunakan Apple Mac OS X. Aplikasi
yang ditawarkan cukup lengkap, terutama yang berkaitan dengan design
dan multimedia. Tapi sistem operasi ini sifatnya sama seperti Windows,
yakni komersil.
Sistem-sistem operasi alternatif di atas bisa membuka file-file umum
yang anda buat di Windows, jadi anda tidak perlu takut pekerjaan anda
selama ini hilang.
|