Tips berwirausaha bagi pemula
Rabu, 05.20.2009, 02:17pm (GMT)
Tips berwirausaha bagi pemula
Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. Yang penting pede,
dan teruslah bermimpi.Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka
usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya.
Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat, seiring kenaikan
harga di segala bidang.Kendati demikian, menurut Fauziah Arsiyanti, SE.
MM. Dip IFP, Adviser Personal Financial Services dari First Principal Fiancial,
keinginan berwirausaha ini tak hanya dilatarbelakangi faktor ekonomi
saja. "Mereka yang hidup berkecukupan pun mau berwirausaha karena ingin
mengaktualisasikan diri, tanpa perlu meninggalkan keluarga dengan
bekerja di luar rumah," ujar perempuan yang kerap disapa Zizi
ini.Misalnya, seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran,
merasa kariernya tak berkembang, dan ia pun bosan jika tinggal di rumah
hanya mengurus anak saja. Nah, dengan berwirausaha, "Ia jadi makin
terbuka, pintar mengatur uang, bisa mencari target pasar, tahu cara
berpromosi, bahkan membuat produknya sendiri. Ia jadi lebih berkembang
dari sebelumnya." DARI HOBI JADI BISNIS Akan
tetapi, Zizi menambahkan, bisa saja seseorang berkarier bagus, namun ia
membutuhkan tantangan lain di luar rutinitasnya, lalu memutuskan
berwirausaha. "Dengan bekerja kantoran, ia memiliki net working yang
baik. Hal ini bisa menjadi modal ketika memutuskan berwirausaha,
sehingga ia punya banyak klien." Faktor lain yang juga kerap
dijadikan alasan berwirausaha, yaitu hobi. "Banyak orang merasa
menemukan kepuasan batin dengan berwirausaha yang didasari hobinya." Di
samping itu, faktor anak pun biasanya menjadi alasan para perempuan
memutuskan berwirausaha. Namun, Zizi mengingatkan, meski anak dapat
diasuh sendiri, tetap harus fokus dengan usahanya agar semua dapat
berjalan lancar.Lalu, usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah?
Menurut Zizi, berbagai usaha dapat dilakukan. Membuka les privat,
salon, spa, pijat dan aromaterapi, menerima jahitan, membuka butik,
kantin, katering, dan membuat kue, bahkan membuat website atau blog.
Berikut tips dari Zizi, yang harus diperhatikan ketika akan memulai
usaha bagi para pemula:
1. Miliki Mimpi Bermimpilah
jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri
dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi
karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa
mengalir ke rekening Anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah
akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara
jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi.
Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi.
2. Obesi dan Hobi Apa,
sih, hobi Anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, Anda
harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang Anda lakukan memiliki
jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan
lebih lancar dijalankan.
3. Lihat Kenyataan Setelah
berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki
harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan
membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya
disenangi orang rumah, Anda berbakat membuka katering. Atau, sabar
melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang
kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing.
4. Buat Rencana Bertahap Mulailah
membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu
syarat,selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya
modal kemampuan. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang
akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap,
perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun
keuntungan akan mengikuti Anda.
5. Susun Berbagai Rencana Ketika
usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja. Buat
juga rencana B, C, atau D. Misalnya, setelah membuka warung tapi sepi
pengunjung, mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Jangan
menunggu orang datang, tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan
lain. Misalnya, memberi pelayanan deliver service. Jika rencana B
ternyata belum berhasil, jalankan rencana C, dan seterusnya.
6. Buat Anggaran Jika
usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan
rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau
istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang
dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet,
agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.Jika tak membuat
anggaran dan hanya tambal sulam, Anda tak akan bisa melihat laba yang
diraih. Yang ada, Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau
gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan
bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki.
dewa
|