Minggu, 08.01.2010, 01:46am (GMT)
  Depan
  Profil
  RSS
  Links
  PetaSitus
  Kontak
  CHATTING
 
INAHOST.COM | Hosting Murah IIX & USA mulai dari Rp. 6500/thn ; Jasa Pembuatan Website | Company Profile | Web Application | Corporate Identity | CD interactive ; Puasa Adalah Benteng Penghalang ; Antisipasi Praktis Terhadap Flu Babi (H1N1) ; Jurus-jurus praktis memulai bisnis
::| Kata_kunci:       [Cari_Lengkap]
 
Semua Artikel  
  Pemrograman
  Desain Grafik
  Desain Web
  Hacking
  SEO
  Hosting
  Komputer
  Aplikasi
  Musik
  Film
  Ponsel & PDA
  Tips & Triks
  Internet
  Blog
  Cinta
  Agama Islam
  Kesehatan
  Bisnis
  Motivasi
  Aneh dan Unik
  Linux
  Materi Kuliah
  Umum
  Tahukah anda?
  Humor
  Skripsi/PI/TA
  Informasi
  I Love Indonesia
  ::| Artikel langganan
Nama Lengkap:
Email:
 
 
 
Motivasi
 
Positif Thinking
Jumat, 06.05.2009, 03:12am (GMT)

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepan jang waktu.

Bagaimana kamu dapat melakukannya?"

Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu.

Setiap ada seseorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya."

"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.

Kamu memilih bagaimana orang-orang di sekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata.

aat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?"

Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry.. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, "Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'.

Aku tahu aku harus mengambil tindakan."

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya.

"Di sana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry.

"Dia bertanya apakah aku punya alergi.

'Ya' jawabku.

Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteri ak, 'Peluru!' di tengah tertawa mereka, aku katakan, 'Aku memilih untuk hidup.

Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.

Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa

mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
dewa

Komentar (0)        Cetak        Beri tau temen        Atas


Artikel yang berhubungan:
» Indonesia Negara Tercepat Penularan HIV/AIDS di Asia
» Cara Kerja Penangkal Petir
» Semua tentang SIM (Surat Izin Mengemudi)
» Pertanyaan Teori membuat SIM


Artikel lain:
Teori Motivasi (05.24.2009)
Apakah yang kau segerakan? (05.19.2009)



 
  ::| Events
July 2010  
Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
 

 
Bookmark and Share Page Ranking Tool